Newsticker

Prosiding Gelar Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Prosiding Gelar Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Hutan sebagai sumberdaya, selain menghasilkan kayu juga menghasilkan produk non kayu baik hasil hutan bukan kayu (HHBK) maupun jasa lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, sosial budaya maupun pelindung ekologis.
HHBK mencakup beragam bentuk berupa getah, daun, kulit dan buah atau tumbuh-tumbuhan seperti rotan, bambu. Hasil hewan berupa sarang burung, sutera alam, dan lebah madu juga dapat dikategorikan sebagai HHBK.Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu menjadi matapencaharian utama bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun potensi tersebut banyak yang belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga nilai manfaat dari keberadaan HHBK belum maksimal.

Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan salah satu fokus pengelolaan hutan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dilakukan karena terdapat kecenderungan penurunan kualitas dan kuantitas hutan yang disebabkan oleh pemanfaatan kayu serta konversi hutan. Semua kawasan hutan memiliki potensi HHBK, namun demikian informasi potensi dan pemanfaatannya belum sepenuhnya terdokumentasi secara baik. 

Gelar Tekhnologi Hasil Hutan Bukan Kayu ini bertujuan untuk menggali dan menyebarluaskan informasi tentang potensi, tekinik budidaya dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan HHBK di masa mendatang. 

Prosiding ini merangkum semua makalah yang dipresentasikan pada Gelar Tekhnologi Hasil Hutan Bukan Kayu yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (BPPLHKK) di Kabupaten Malaka pada tanggal 3 September 2015.