Newsticker

CENDANA NUSA TENGGARA TIMUR

CENDANA NUSA TENGGARA TIMUR

        Cendana seolah tidak bisa dipisahkan dari Nusa Tenggara Timur. Cendana tidak hanya menjadi identitas Nusa Tenggara Timur namun juga merupakan jiwa yang melahirkan dan membesarkan Nusa Tenggara Timur. Masyarak di NTT menyebutnya dengan Hau Meni yang berarti kayu yang wangi, yang mendatangkan kemakmuran bagi pemiliknya. Namun dalam perkembangannya Hau Meni berubah menjadi Hau Nitu, kayu mendatangkan masalah bagi pemiliknya. Hal ini disebabkan oleh monopoli penguasaan cendana oleh para penguasa.

         Berbagai upaya yelah dilakukan untuk memulihkan kembali potensi cendana di NTT. Mulai dari perbaikan kebijakan sampai upaya penanaman bersama masyarakat. Namun potensi cendana masih belum banyak berkembang.

         Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehuatan Kupang sebagai salah satu Unit pelaksana Teknis kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah berperanserta secara aktif dalam upaya pemulihan potensi cendana di NTT. Pada tahun 2010 Balai Penelitian kehutanan Kupang telah meginisiasi penyusunsan Master Plan pengembanagan dan Pelestarian cendana Provinsi NTT Tahun 2010-2030. Master Plan ini diharapkan dapat menjadi arah pengembangan dan pelestarian cendana di NTT, sehingga pada tahun 2030 potensi cendana dapat pulih.