Newsticker

Warta Cendana Edisi X No.3 2017

Warta Cendana Edisi X No.3 2017

Sekapur Sirih

Hutan menyimpan berbagai sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu potensi tersebut adalah produk hasil hutan non kayu, seperti madu, rotan, gaharu serta tanaman pangan alternatif. Produk – produk tersebut akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika pengolahan menggunakan teknologi yang tepat. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) akan meningkatkan nilai tambah atas produk non kayu. Berkaitan dengan hal tersebut maka Warta Cendana Edisi X nomor 3 tahun 2017 hendak mengangkat tema tentang peran IPTEK dalam proses pasca panen hasil hutan non kayu. Artikel pertama akan membahas tentang inovasi marketing terhadap umbi Porang ( Amorphallus muelleri Blume) yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan Netboen Desa Fatutasu. Kabupaten Timor Tengah Utara dengan bimbingan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (BDLHKK). Inovasi yang dikembangkan berupa pengolahan pasca panen umbi porang menjadi chip porang. Sedangkan artikel kedua membahas penerapan IPTEK dalam pengolahan pasca panen madu hutan yang dikembangkan oleh masyarakat hutan Oetnue, Kebupaten Timor Tengah Utara dengan bantuan lembaga penelitian Universitas Timor (Unimor). Pengenalan teknologi tepat guna berupa modifikasi sarang lebah buatan serta pengolahan pasca panen madu melalui pelatihan telah meningkatkan produktivitas madu hutan serta peningkatan higienitas produk madu hutan. Kedua aspek tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat hutan yang mengolah hasil hutan bukan kayu.

Beberapa contoh suskses penerapan Iptek pada skala mikro diatas menunjukkan bahwa produk non kayu tidak boleh dipandang sebelah mata. Beberapa elemen masyarakat hutan berkat keterlibatan lembaga pendidikan dan penelitian terbukti berhasil meningkatkan nilai ekonomi umbi porang dan madu hutan. Kini saatnya, pemerintah menelurkan regulasi yang mendukung program pemberdayaan masyarakat hutan. Tak kalah pentingnya, korporasi juga dituntut peran aktifnya untuk penyediaan modal bagi pengembangan industri skala rumah tangga yang telah dirintis oleh masyarakat hutan tersebut. Sinergi antara pemerintah masyarakat dan dunia usaha akan membangun optimism tentang pemanfaatan hasil hutan yang ramah lingkungan.

 

Daftar isi

  • Penanganan Pasca Panen umbi Porang : Studi Kasus di Desa Fatutasu

Oleh : Budy Zet. Mooy

  • Dampak Serangan Rayap Tanah pada Komponen Rumah Bebak Gewang di Nusa Tenggara Timur

Oleh : Sigit B. Prabawa

  • IPTEK bagi Masyarakat Komunitas Madu Hutan Nansaen ( Santalum album linn.)

Oleh : Ludgardis Ledheng, Vinsensia Ulia Rita, Blasius Atini