Newsticker

Warta Cendana Edisi X No.1 2017

Warta Cendana Edisi X No.1 2017

Warta Cendana Edisi X No.1 2017

Sekapur Sirih

 

Pembaca yang terhormat,

Tak terasa bahwa warta cendana telah mencapai edisi kesepuluh. Eksistensi kami tidak terlepas dari kebersinambungan para penulis dalam menuangkan gagasannya serta antusiasme para pembaca sekalian. Pada edisi ini, kami mencoba tawarkan beberapa ide baru terkait pengembangan ekowisata di Cagar Alam Gunung Mutis dan potensi pemanfaatan nira sebagai suplemen pakan cair bagi ternak pada musim paceklik. Kedua artikel tersebut cukup menarik untuk dibaca.

Selain itu, gagasan merekontruksi konsep Hasil Hutan Bukan Kayu mengemuka. Wacana tersebut berlandaskan pada perbedaan pandangan antara Ahenkan dan Boon, Food Agricultural Organisation, Chandresekharan dan Belcher et al. Dimanakah letak perbedaan pandangan para ilmuwan tersebut ?. Pembaca dapat menemukan jawabannya pada artikel bertajuk “ Hasil Hutan Bukan Kayu, Kontruksi Teoritis dan Yuridis di Indonesia”. Artikel lain yang tidak kalah menarik adalah manfaat ekosistem sumber mata air dan dilema keberadaan tanaman invasif akasia berduri di Pulau Rote.

 

 

Daftar Isi

  • Hasil Hutan Bukan Kayu, Kontruksi Teoritis dan yuridis di Indonesia

Oleh : S. Agung Sri Raharjo

  • Konversi Energi Nira Menjadi Daging Sebuah Kajian Pemanfaatan Nira Lontar dan Gewang sebagai Pakan Ternak di Provinsi NTT

Oleh : Dani S. Hadi

  • Keunikan Wisata Alam “ Hutan Bonsai” Ampupu ( Eucalyptus urophylla) di Cagar Alam Mutis

Oleh : Oscar Oematan

  • Invasif Spesies Acacia nilotica di Pulau Rote: antara Berkah dan Petaka

Oleh : Kayat

  • Aneka Manfaat Ekosistem Konservasi Sumber Mata Air (KOSMA) Bagi Masyarakat di Pulau Timor

Oleh : Mariany da Silva