Newsticker

Detail Berita

Kemana Arah Penerapan Standar Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke depan?

Kemana Arah Penerapan Standar Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke depan?

Dalam dokumen hasil identifikasi standar di Provinsi NTT yang disusun oleh Dr Rahman Kurniadi dkk, diketahui bahwa Propinsi NTT memiliki kegiatan usaha yang terkait dengan isu-isu lingkungan. Kegiatan usaha tersebut memerlukan standar sehingga kegiatannya tidak berdampak terhadap lingkungan. Di sisi lain kegiatan tersebut harus tetap berjalan guna memberikan lapangan kerja kepada masyarakat.

Penerapan standar yang mengacu kepada SNI ini merupakan upaya akan membantu konsumen untuk memilih produk yang berkualitas. Adanya SNI akan membantu konsumen terbebas dari produk yang berbahaya bagi keselamatan hidup, kesehatan, ataupun lingkungan. SNI juga membuat konsumen dapat menikmati barang yang sesuai antara harga dan kualitasnya (BSN, 2021). Khusus dari aspek linkungan, penerapan standar juga menjamin kelestarian lingkungan hidup dalam proses produksi barang dan jasa.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan pada akhir 2021 lalu, BPSILHK Kupang  menemukan beberapa prioritas penerapan standar di Propinsi NTT adalah: 1) Standar pengolahan limbah hotel, 2) standar pengolahan limbah penggergajian, 3) standar pengolahan limbah ekowisata, 4) standar pengolahan limbah tahu, dan 5) standar pengelolaan sampah.

-----