Newsticker

Detail Berita

Potensi Mimba Sebagai Pestisida Hayati Pada Tanaman Cendana

Potensi Mimba Sebagai Pestisida Hayati Pada Tanaman Cendana

Kupang, (26/8/2021). Peneliti Balai Litbang LHK Kupang Heny Rianawati, S.Hut., M.Ag.Sc menjadi Prensenter pada acara The 3rd Intenational Conference On Tropical Silvicultur (ICTS 2021), yang diikuti secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Dalam seminar yang bertema Inpiring Silviculture Innovation an Research in Achieving Sustainable Development Goals, Heny mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul “The effectiveness of biological and botanical pesticides against Chionaspis sp. on Sandalwood in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara” (Effikasi pestisida hayati terhadap serangan hama kutu sisik (Chionaspis sp) pada cendana di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT) pada parallel session II dengan Moderator Dr. Adisti Permatasari Putri Hartoyo.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasi beberapa pestisida hayati untuk mengontrol serangan hama kutu sisik. Diketahui bahwa kutu sisik merupakan salah satu hama yang sering menyerang tanaman cendana baik di persemaian maupun tanaman muda di lapangan serta penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, jelas Heny.

Lebih lanjut Heny menyampaikan bahwa dalam penelitian ada delapan perlakuan  yang dilakukan baik di persemaian dan lapangan yaitu : insektisida kimia (sebagai pembanding), kontrol (tanpa pestisida hanya disemprot dengan air), metharizium, beauveria, bactospeine /Bt (pestisida hayati komersial), mimba/ Azadirachta indica , kerinyu/ Chromolaena odorata, dan mimba komersial.

Dari penelitian terhadap delapan perlakuan yang telah dilakukan baik di persemaian maupun di lapangan menunjukkan hasil bahwa formulasi mimba mempunyai tingkat efikasi pestisida tertinggi, pungkas Heny.

Hadir dalam ICTS 2021 ini Dr. Agus Justianto, Plt. Kepala Badan Standardisasi Instrumen (BSI) LHK menjadi salah satu Keynote Speakers Conference.