Newsticker

Detail Berita

SAFARI RIMBAWAN DI PULAU SUMBA “NEGERI SERIBU BUKIT”

SAFARI RIMBAWAN DI PULAU SUMBA “NEGERI SERIBU BUKIT”

Sumba - Pulau Sumba dengan luas 10.710 Km2 merupakan salah satu pulau bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Bukit. Kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam berupa bukit-bukit yang sangat menawan saat menempuh jalan darat dari ujung Timur hingga Barat atau Utara hingga Selatan.

Kepala Dinas LHK Provinsi NTT, Ondy Kristian Siagian beserta Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan dan Kepala BPDASHL Benain Noelmina, Abdul Halim melakukan Safari Rimbawan di Negeri Seribu Bukit tanggal 23 – 27 Maret 2021.

Safari Rimbawan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan sinergitas UPT KLHK dengan UPTD KPH di Pulau Sumba serta merupakan rangkaian kegiatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-38.

Hari pertama, Safari Rimbawan dilaksanakan di lokasi Ekowisata Alam Watukanggorok yang merupakan salah satu kawasan hutan yang dikelola oleh UPTD KPH Sumba Barat Daya (SBD). Agenda yang dilaksanakan adalah pengukuhan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) sebanyak 30 orang dan penyerahan dokumen Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK) kepada 4 KTH. 

Setiap KPH dituntut untuk melakukan terobosan dan menciptakan inovasi dalam pengembangan kawasan hutan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat, tutur Kepala Dinas LHK Prov. NTT Ondy K Siagian saat mengawali sambutannya.

Ondy berpesan kepada MMP sebagai ujung tombak dalam perlindungan hutan bersama KPH agar bahu membahu untuk menjaga kelestarian hutan secara preventif (pencegahan) dan kepada KTH yang telah mendapatkan dokumen KULIN KK agar dapat memanfaatkan ijin tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selanjutnya Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Para peneliti Balai Litbang LHK Kupang telah menghasilkan IPTEK yang dapat diadopsi/diterapkan dalam pengelolaan kawasan hutan diantaranya Konservasi Mata Air (KOMA), Agroforestry, dan Silvopastura.

Balai Litbang LHK Kupang juga telah menghasilkan aplikasi Mengenal Informasi Pohon secara elektronik (e-MENIPO) berbasis QR Code yang dapat diterapkan dilokasi Ekowisata Alam Watukanggorok, jelas Sumitra.

Sementara itu Kepala BPDASHL Benain Noelmina, Abdul Halim menyampaikan bahwa kerjasama antara BPDASHL Benain Noelmina dengan KPH SBD telah terjalin lama seperti kegiatan penanaman dan pengadaan bibit tanaman.

Selanjutnya rombongan meninjau sarana prasarana yang ada di lokasi Ekowisata Alam Watukanggorok seperti saung/lopo, track bambu dan rumah pohon yang dapat digunakan untuk berswafoto.

 Kemudian Safari Rimbawan dilanjutkan di UPTD KPH Sumba Barat dengan melakukan pertemuan di Kantor KPH yang dihadiri oleh seluruh pegawai.  Dalam pertemuan tersebut Ondy menegaskan kembali terkait inovasi dalam pengembangan kawasan hutan dengan branding 5 DAUN (meliputi Gugus Daun, Swakelola Daun, Pondok Daun, Klik Daun dan Festival Daun) yang harus dipahami oleh semua pejabat dan staf KPH dalam pengembangan kawasan hutan.

 Masih di Sumba Barat, rombongan berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan mantan Bupati Sumba Barat yaitu Bapak Umbu Djima yang memberikan inspirasi dengan melakukan terobosan dalam revolusi mental terhadap masyarakat Sumba Barat untuk menjaga kelestarian flora dan fauna pada tahun 1985.

 Hari kedua Safari Rimbawan berlanjut ke Sumba Tengah yang didahului dengan koordinasi kepada Sekretaris Daerah Sumba Tengah yang diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Ekonomi terkait pengelolaan kawasan hutan serta memperkenalkan UPT KLHK di Provinsi NTT sebagai bentuk sinergitas pengelolaan hutan. 

 Kemudian berlanjut dengan pembinaan pegawai UPTD KPH Sumba Tengah dan diskusi dengan Kelompok Peduli Lingkungan, LSM Warisan Bumi dan Gen Hijau. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas memberikan bantuan kantong plastik ramah lingkungan dilanjutkan dengan kegiatan penanaman dan peninjauan calon lokasi incinerator.

 Hari ketiga Safari Rimbawan di Negeri Seribu Bukit berakhir di UPTD KPH Sumba Timur yang diisi dengan kegiatan penanaman dan pembinaan pegawai UPTD KPH Sumba Timur. Saat diskusi Sumitra memberikan penawaran kepada Kepala Dinas, apabila pegawai Resort KPH di Hambala bergabung dengan pengelola KHDTK Hambala dapat menempati ruangan kantor yang belum digunakan dengan skema pinjam pakai.

 Kami sangat menyambut baik tawaran yang dikemukakan oleh Kepala Balai Litbang, hal tersebut merupakan kerjasama yang diperlukan agar terjalin sinergitas dengan KPH Sumba Timur dalam menjaga kelestarian hutan, pungkas Ondy K Siagian.

 Safari Rimbawan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan UPT KLHK di Provinsi NTT untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas diwilayah kerja UPTD KPH di Pulau Sumba sebagai upaya menggali isu-isu strategis dan solusi. **SG