Newsticker

Detail Berita

Refleksi dan Penajaman ROPt dan ROPg Balai Litbang LHK Kupang

Refleksi dan Penajaman ROPt dan ROPg Balai Litbang LHK Kupang

Kupang, 4/3/2020. Guna merefleksikan dan penajaman Rencana Operasional Penelitian (ROPt) dan Rencana Operasional Pengembangan (ROPg) yang telah disusun oleh peneliti pelaksana kegiatan, Balai Litbang LHK Kupang menyelenggarakan Rapat Pembahasan ROPt dan ROPg di ruang rapat Balai Litbang LHK Kupang (Selasa, 3/3/2020).

Dalam pembukaan, Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan, S.Hut., M.Sc mengatakan bahwa rapat pembahasan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. ROPt dan ROPg yang telah disusun tersebut telah melalui proses penelaahan oleh tim penilai dari Badan Litbang dan Inovasi (BLI) sehingga dalam pelaksanaannya dapat selaras dengan RPTP.

Agenda rapat ini dapat dikaitkan dengan rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Bhakti Rimbawan tahun 2020, dimana rapat diselenggarakan secara eco office dengan tidak menyajikan kemasan konsumsi berbahan plastik, tambah Sumitra.

Pada kesempatan ini disampaikan juga:

  • Arahan Menteri LHK pada acara Rapat Kerja Nasional KLHK pada tanggal 27 Februari 2020 bahwa langkah dan fokus 2020 adalah: Produksi dan ekonomi, Pemulihan lingkungan dan Kelembagaan. Selain itu Menteri LHK menekankan bahwa jajaran LHK Pusat dan Daerah harus bersenyawa.
  • Rancangan Renstra KLHK tahun 2020-2024, BLI mendukung dua Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu Hasil litbang bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang inovatif dan implementatif (IKU 16), dan Indeks Efektivitas Pengelolaan KHDTK yang dikelola sebagai laboratorium riset lapangan (IKU 13 Indeks Efektivitas Pengelolaan Kawasan Hutan dan Perairan) yang terdapat pada Sasaran Strategis Ke-4 (Terselenggaranya Tata Kelola dan Inovasi Pembangunan LHK yang Baik serta Kompetensi SDM KLHK yang Berdaya Saing).
  • Pada tahun 2020-2024, BLI juga telah menetapkan 10 (sepuluh) Rencana Penelitian Pengembangan Inovasi Integratif (RPPII)
  • Memorandum Kepala BLI Nomor M/10/LITBANG/SET/KLN.4/8/2019 tentang fokus kegiatan penelitian dan pengembangan di KHDTK BLI, maka mulai tahun 2019 seluruh kegiatan BLI yang meliputi penelitian dan pengembangan, pembangunan Pilot Project, dan/atau kerja sama multipihak agar dapat dilakukan pada areal KHDTK BLI.

Diakhir pembukaan, Sumitra mengharapkan kegiatan penelitian dan pengembangan serta inovasi di tahun 2020 dapat berjalan dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan pada umumnya.

Selanjutnya dilakukan paparan dan diskusi ROPt dan ROPg TA. 2020 yang meliputi :

  1. Konservasi Exsitu dan Insitu Kura-Kura Leher Ular Rote (Chelodina mccordi) di NTT.
  2. Pengembangan Produk Teh Kulit Batang Faloak Secara Lestari Berbasis Masyarakat.
  3. Agroforestri Cendana Melalui Pola Silvopasture di Pulau Timor
  4. Tata Kelola dan Perlindungan Hukum Terhadap Hutan Adat di Nusa Tenggara (Studi Kasus Desa Boti, TTS, NTT)
  5. Optimasi Pengelolaan Biji Kelor (Moringga oleifera) Dalam Rangka Peningkatan Peluang Pendapatan Masyarakat di NTT
  6. Optimasi Teknologi Pemanenan Nira lontar (Borassus flabelifer) dan Pengolahan Bioetanol sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Mendukung Pembangunan Desa Swadaya Energi di Provinsi NTT
  7. Kajian Pengembangan Inisiatif Lokal dalam Konservasi Biodiversitas untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Penghidupan Masyarakat

Dalam sesi diskusi, terdapat beberapa masukkan dan pertanyaan dari para peserta, seperti yang disampaikan oleh Marc E Lino dari KPH Kota Kupang yang berharap kegiatan–kegiatan litbang dapat disinergikan dengan kegiatan KPH Kota Kupang. Sebagai contoh KPH Kota Kupang memiliki areal cendana seluas 40 Ha (pada 2 lokasi) terletak di Fatukoa yang dapat disinergikan dengan penelitian silvopastur, ucap Marc.

Pada kesempatan ini juga dipamerkan publikasi-publikasi baik dalam bentuk cetakan maupun produk yang telah dihasilkan oleh BPPLHK Kupang.

Rapat pembahasan ini dihadiri oleh 55 peserta yang terdiri dari UPT KLHK Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTT (KPH Kota Kupang) dan Universitas Nusa Cendana serta pegawai BPPLHK Kupang.

1

4

 2

3