Newsticker

Detail Berita

Pembelajaran dari KHDTK Aek Nauli sebagai Media Promosi Hasil-Hasil Litbang KLHK

Pembelajaran dari KHDTK Aek Nauli sebagai Media Promosi Hasil-Hasil Litbang KLHK

Kupang, 7 Mei 2019.  Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli merupakan salah satu KHDTK yang dikelola oleh Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Aeknauli di Provinsi Sumatera Utara dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 39/Menhut-II/2005 tanggal 7 Februari 2005 seluas 1.900 Ha.  Pengelolaan KHDTK ini dalam rangka mencapai tujuan peruntukkannya serta mendukung pengembangan pariwisata nasional Danau Toba, maka pola pengelolaannya memadukan potensi wisata ekologi, hasil-hasil riset yang telah dihasilkan dengan unsur pendidikan dan pembelajaran yang menyenangkan yang dikenal dengan konsep edutainment atau wisata ilmiah. 

Dalam rangka penyebarluasan hasil IPTEK dan Inovasi, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) bekerjasama dengan Biro Humas KLHK menyelenggarakan Media Visit dengan tema “Menjelajah Lansekap Hutan Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli Toba”, mulai tanggal 1 – 3 Mei 2019 di Aek Nauli Provinsi Sumatera Utara. 

Dalam media visit ini, berbagai media cetak dan elektronik baik nasional dan lokal diundang dengan harapan para jurnalis dengan gaya bahasanya akan terinspirasi dan termotivasi untuk mempromosikan dan mengkampanyekan hasil riset yang telah dilakukan.   Terdapat 5 (lima) spot tujuan wisata ilmiah dalam kegiatan media visit ini adalah :

  1. Panen lebah madu (Aeknauli Beecosystem)
  2. Panen getah pinus
  3. Penyadapan getah kemenyan
  4. Aeknauli Elephant Conservation Camp (ANECC)
  5. Memanggil siamang (Symphalangus syndactylus)

Kepala Pusat Litbang Hasil Hutan Dwi Sudharto, mewakili Kepala BLI KLHK dalam pelaksanaan Media Visit (2/5), menyampaikan bahwa KHDTK Aeknauli ini akan menjadi contoh/model wisata ilmiah kawasan hutan untuk 35 KHDTK lainnya. 

Sekretaris BLI KLHK, Sylvana Ratina (2/5) menyampaikan pengelolaan KHDTK mutlak dilakukan dengan baik.  Dulu KHDTK dan penelitian kurang mendapatkan perhatian, namun sekarang dengan perubahan paradigma bahwa hasil Litbang harus bermanfaat dan juga bisa menjadi daya tarik bagi masayarakat.  Pada kesempatan itu pula, Sylvana Ratina berharap dari ajang media visit ini para rekan-rekan media dapat memperoleh informasi mengenai wisata ilmiah KHDTK Aeknauli yang menampilkan hasil-hasil litbang, potensi-potensi alam, atraksi alam dan atraksi biodiversitas fauna serta memberitakannya dalam rangka mendukung salah satu Prioritas Nasional (Prinas) dan keterkaitannya dengan kelitbangan.  Media diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk pemberitaan yang baik dan dapat mengalirkan deras arus infromasi kepada para pemangku kepentingan.

Acara ini diikuti oleh media lokal maupun nasional, Kepala Pusat Lingkup BLI, Tenaga Ahli Menteri, Biro Humas Setjen KLHK, UPT KLHK Lingkup Sumatera Utara, Instansi swasta, BUMN dan Satker Lingkup BLI.

Agenda lainnya yang merupakan rangkaian dari Media Visit adalah sosialisasi digital marketing dan pembangunan BRANDING dan keunikan/eksotik litbang dari masing-masing Satker lingkup BLI.  Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan menyampaikan branding Balai Litbang LHK Kupang lahir dari filosofi segitiga kehidupan masyarakat di Pulau Timor yaitu “Mansian Muit-Nasi, Na-Bua” dengan makna manusia, ternak/satwa dan hutan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dan memiliki saling ketergantungan satu dengan yang lainnya. Keunikan/kekhasan yang diangkat adalah Kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) merupakan salah satu satwa endemik dan Cendana (Santalum album).  Memperhatikan hal-hal tersebut maka usulan core risetnya yaitu Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem Semi Arid.