Newsticker

Detail Berita

KUNJUNGAN KERJA IBU DIRJEN PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH B3 KE PROVINSI NTT

KUNJUNGAN KERJA IBU DIRJEN PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH B3 KE PROVINSI NTT

 "permasalahan sampah plastik merupakan tanggung jawab kita bersama, tegas Rosa Vivien"

Kupang, 22/4/2019. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati didampingi oleh  Direktur Penilaian  Kinerja PSLB3, Sinta Saptarina dan Direktur Pengelolaan Sampah, Novrizal melakukan kunjungan kerja ke Kupang, NTT pada minggu (21/4). Kunjungan kerja tersebut bertepatan dengan momen Hari Kartini. 

Dalam arahannya yang dihadiri oleh Sekda Prov NTT yang diwakili oleh Kepala Bappeda Prov NTT, Kepala Dinas LHK Prov NTT, Kepala Balai Besar KSDA NTT, para Kepala Dinas Prov NTT atau Kota Kupang, para Kepala UPT KLHK lingkup Prov NTT atau yang mewakili, pimpinan Rumah Sakit, PT Semen Kupang dan pihak lain yang terkait, Rosa Vivien mengungkapkan 2 hal penting yaitu mengenai isu limbah medis dan isu pengelolaan sampah.

Beberapa hal terkait isu limbah medis diantaranya adalah mengenai permintaan dari Gubernur NTT kepada KLHK untuk turut serta dalam penyelesaian limbah medis dari rumah sakit/puskemas yang dilakukan oleh PT Semen Kupang dan terkait hal tersebut Menteri KLHK mengeluarkan Diskresi kepada PT Semen Kupang untuk membakar limbah medis tersebut, ungkap Rosa.

Selain hal di atas Rosa juga mengutarakan mengenai kesanggupan Pemprov NTT untuk menyiapkan incinerator pengelolaan limbah medis,  ijin transporter limbah B3 yang sedang dalam proses SK Menteri LHK,  ijin incinerator diutamakan untuk rumah sakit dan limbah medis yg sudah diproses auto clave boleh disimpan dilemari pendingin selama 90 hari sebelum dibawa ke incinerator.

Terkait isu Pengelolaan Sampah, Ibu Dirjen PSLB3 ini mengatakan bahwa sampah sudah menjadi isu internasional seperti di Larantuka pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pengurangan sampah plastik dari sumbernya. Permasalahan sampah plastik merupakan tanggungjawab kita bersama, tegas Rosa.

UPT KLHK lingkup Prov NTT dan Pemerintah Provinsi NTT beserta Pemerintah Kota/Kab Kupang diminta untuk tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai dan perlu mengembangkan Bank Sampah, ujar Rosa.

Untuk Kota Kupang prioritas pertama adalah pembenahan TPA menuju control landfill dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Kedepan Kupang diharapkan dapat menjadi kota yang bagus dalam pengelolaan sampahnya karena kota Kupang merupakan etalase nya Provinsi NTT, terang Rosa.

Selain itu Direktur Pengelolaan Sampah, Novrizal menambahkan bahwa NTT akan menjadi tujuan wisata dunia, oleh sebab itu pengelolaan sampah harus baik agar wisata  dapat berkembang dengan baik.

Minimal yang harus dilakukan Pemprov NTT adalah mengenai kapasitas pelayanan pengelolaan sampah, dan untuk di NTT ini indeks tidak peduli sampah menunjukkan angka 72%. Semua Intervensi pemerintah pusat melalui bantuan dana mensyaratkan adanya Jakstrada dan Direktorat Pengelolaan Sampah siap membantu dan mendampingi penyusunan Jakstrada, terang Novrizal.

Novrizal memberikan contoh mengenai pengelolaan sampah melalui Bank Sampah di Lombok yang sudah mempunyai omset sekitar 150 juta/bulan. Selain itu bisa juga dilakukan studi banding pengelolaan TPA di Balikpapan, kata Novrizal.

Novrizal juga menyarakan agar membuat sampah menjadi bahan bakar dengan sistem RDF seperti di Cilacap sudah dilakukan untuk bahan bakar semen.

Kepala Dinas LH dan Kebersihan Kota Kupang, Yeri menginformasikan  bahwa pengelolaan sampah melalui Bank Sampah baru dilakukan pada satu kelurahan saja.

Sampah Kota Kupang mencapai kira-kira sebanyak 250 ton  per hari dengan armada truk sampah sebanyak 36 dengan kapasitas angkut 1 truk  sebanyak 4 m3, terang Kadis LH dan Kebersihan Kota Kupang.

Selain itu Pemerintah Kota Kupang bekerjasama dengan PT Kaltimex dan WTE untuk pengelolaan sampah menjadi sumber listrik, Kota Kupang memerlukan jembatan timbang untuk memastikan tonase sampah secara pasti dan saat ini dengan dana CSR dari Pertamina telah mempunyai dua mesin pencacah plastik.

Rapat kunjungan kerja Ibu Dirjen PSLB3 beserta rombongan ini difasilitasi dan dipandu oleh Kepala Balai Besar KSDA NTT, Timbul Batubara. Acara ditutup dengan menyerukan komitmen "NTT Hijau, NTT Bersih, NTT Bangkit, NTT Sejahtera" dan foto bersama.