Newsticker

Detail Berita

BP2LHK Kupang Mendukung Pengembangan Arboretum di NTT

BP2LHK Kupang Mendukung Pengembangan Arboretum di NTT

Kupang, 09/04/2019_Arboretum merupakan salah satu ekosistem buatan yang bernilai strategis dari aspek konservasi, biodiversitas, sosial-budaya, ekonomi , pendidikan, penelitian dan pengembangan. Hal ini mengemuka dalam diskusi bersama antara Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (BP2LHK Kupang) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT mengenai program pengembangan arboretum oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam RPJMD 2019-2024. Diskusi dilaksanakan di ruang rapat BP2LHK Kupang.

Hadir dalam diskusi ini antara lain Jenny Ndapamerang, S.Hut sebagai Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Dinas LHK Provinsi NTT bersama Adriani Nahak, S.Hut, M.Sc., Esther Amalo, S.Hut dan Helty Oek, S.Si sedangkan dari BP2LHK Kupang diwakili oleh Peneliti Dr. Gerson Njurumana, S.Hut. M.Sc., Dani Pamungkas, S.Hut., M.For.Sc & Mgt dan Hariany Siappa, S.Si., M.Si, dan Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian BP2LHK Kupang, Hendra Priatna, ST.

Mengawali diskusi Jenny Ndapamerang menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menginisiasi pembangunan 5 arboretum yang tersebar di Kota Kupang, Manggarai Barat, Sumba, Flores Timur dan Alor dengan memprioritaskan penggunaan jenis-jenis endemik lokal. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan  masukan penting dari BP2LHK Kupang untuk memperkuat aspek perencanaannya, ujar Jenny.

Peneliti bidang Pelestarian Sumber Daya Alam, Gerson Njurumana mengatakan bahwa pembangunan arboretum harus memperhatikan aspek lokalitas, terutama flora endemik, aspek konservasi, sosial-budaya, biodiversitas, edukasi lingkungan dan ekonominya. Perencanaan arboretum harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, agar berdampak positif terhadap lingkungan sekitarnya, kata Gerson.

Dany Pamungkas yang merupakan peneliti silvikultur juga menambahkan pentingnya memperhatikan aspek budidaya, kondisi tapak, dan potensi gangguan, sehingga tujuan pembangunan arboretum dapat tercapai. Jenis-jenis tanaman yang mengemuka untuk mendukung pengembangan arboretum antara lain cendana, gaharu, pinang, faloak, sakura sumba, kadimbil, injuwatu, kayu merah dan jenis-jenis lokal lainnya, tambah Dany.

Hariany Siappa, peneliti bidang botani menyarankan agar perlu dilakukan inventarisasi jenis-jenis yang dominan pada lokasi arboretum, sebagai dasar dalam perencanaan dan pengayaan jenis tanaman, design tapak dan para pihak yang akan dilibatkan.

Selain arboretum, berkembang juga diskusi mengenai pengembangan kawasan ekosistem esensial di luar wilayah konservasi, terutama yang berada di lahan masyarakat seperti ekosistem danau yang mendukung konservasi kura-kura leher ular rote di Pulau Rote maupun kawasan ekosistem lainnya yang dikelola oleh masyarakat untuk mendukung konservasi sumberdaya alam dan air.

Di akhir diskusi, Hendra Priatna atas nama pimpinan mengucapkan terima kasih kepada Jenny Ndapamerang dan Tim yang telah melibatkan BP2LHK Kupang dalam perencanaan program pengembangan arboretum pada Dinas LHK provinsi NTT. Kedepan bahwa kebersamaan seperti ini perlu terus ditingkatkan untuk membangun sinergisitas dalam pelayanan dibidang lingkungan hidup dan kehutanan, tutup Hendra. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di depan Kantor BP2LHK Kupang.***GENNA