Newsticker

Detail Berita

Kabar Terkini Satwa Kebanggaan Pulau Jawa di Lereng Barat Pangrango

Kabar Terkini Satwa Kebanggaan Pulau Jawa di Lereng Barat Pangrango

PENTINGKAH MEREKA?

Cibodas, 28 Januari 2019. Macan tutul jawa (Panthera pardus melas), Owa jawa (Hylobates moloch), dan Elang jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan satwa prioritas di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang terancam punah untuk ditingkatkan populasinya sebesar 10% pada tahun 2015 - 2019 (SK Dirjen No. 180/IV-KKH/2015). Ketiganya berdasarkan PP No. 7 tahun 1999 dan Peraturan Menteri LHK No. 92 tahun 2018 termasuk satwa yang dilindungi. Macan tutul jawa sang top predator darat di hutan Pulau Jawa menggantikan “kepemimpinan” kerabatnya yang sudah punah yaitu Harimau jawa (Panthera tigris sondaica). IUCN memasukannya pada status Critically Endengered (Kritis) satu tingkat dibawah status “punah di alam”. Elang jawa sang top predator angkasa di hutan Pulau Jawa yang di interpretasikan sebagai lambang NKRI yaitu “Garuda”, dan IUCN mendapuknya sebagai satwa Endengered (terancam punah). Penguasa daratan dan angkasa ini keberadaannya dialam sangat penting sebagai pengatur keseimbangan ekosistem. Disamping itu, TNGGP memiliki primata endemik Jawa, bertugas “merestorasi” hutan dengan menebar biji pohon tanpa pamrih. Walaupun statusnya terancam punah, Owa jawa masih tetap memperlihatkan eksistensinya dengan terpantaunya bayi owa jawa di Site monitoring Owa jawa di Resort Bodogol dalam rentang waktu 2015-2017. Satwa-satwa pelestari hutan tersebut wajib untuk diperjuangkan eksistensinya di alam.

Macan tutul jawa
Pada tahun 2017 monitoring difokuskan di Resort Cimande dengan area monitoring seluas 12 kmdan Resort Bodogol dengan area monitoring seluas 24 kmbekerja sama dengan CI Indonesia. Tahun 2017 dugaan jumlah Macan tutul jawa di Resort Cimande sebanyak 1-3 individu dan menemukan anak macan tutul jawa. Sedangkan di Resort Bodogol diduga ada 5-6 individu Macan tutul jawa. Pada tahun 2018 monitoring dilaksanakan disemua resort yaitu Resort Bodogol, Cimande, Tapos, dan Cisarua dengan menggunakan camera trap sebanyak 20 unit yang dipasang pada grid dengan ukuran setiap grid seluas 2 x 2 km (sebanyak 20 grid). Semua lokasi dapat dijumpai Macan tutul jawa namun tahun ini tidak terpantau kelahiran baru. Kegiatan ini berkolaborasi dengan CI Indonesia dengan hasil monitoring menduga ada sekitar 8-10 individu Macan tutul jawa di Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Owa Jawa
Monitoring owa jawa dilaksanakan di Site monitoring Resort Bodogol. Pada tahun 2017 dijumpai bayi owa jawa, dan tahun 2018 tidak dijumpai bayi baru. Namun bayi yang sama masih bisa terpantau pada tahun 2018. Dugaan jumlah individu pada tahun 2017 sebanyak 89-103 individu dan tahun 2018 menduga sebanyak 102-103 individu.

Elang Jawa
Monitoring Elang jawa dilakukan di 4 resort yaitu Resort Bodogol, Cimande, Tapos, dan Cisarua. Perkembangan Elang jawa cukup menggembirakan, karena setiap tahun selalu terpantau elang jawa juvenile pada lokasi yang berbeda, artinya sang “Garuda” masih nyaman untuk berkembang biak di habitat alaminya. Tahun 2017 didugan terdapat 9-14 individu dan tahun 2018 sebanyak 12-18 individu Elang jawa.

 

 

Sumber : http://www.menlhk.go.id